Recent Blog Post

Tampilkan postingan dengan label MTK W. Tampilkan semua postingan

  • Pengertian SPLTV

    Sistem persamaan linear tiga variabel (SPLTV) yaitu suatu persamaan matematika yang terdiri atas 3 persamaan linear yang juga masing – masing persamaan bervariabel tiga (misal x, y dan z).
    Sistem Persamaan linear tiga variabel (SPLTV) juga dapat diartikan sebagai sebuah konsep dalam ilmu matematika yang digunakan untuk menyelesaikan kasus yang tidak dapat diselesaikan menggunakan persamaan linear satu variabel dan persamaan linear dua variabel.
    spltv
    spltv

    Definisi Dan Bentuk Umum

    Sistem persamaan linear tiga variabel (SPLTV) yaitu juga merupakan bentuk perluasan dari sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV)
    Bentuk umum dari Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) dalam x, y, dan z dapat dituliskan berikut ini :
    ax + by + cz = d                                  a1x + b1y + c1z = d1
    ex + fy + gz = h             atau              a2x + b2y + c2z = d 2
    ix + jy + kz = l                                     a3x + b3y + c3z = d3
    Dengan ⇒ a, b, c, d, e, f, g, h, i, j, k, dan l atau a1, b1, c1, d1, a2, b2, c2, d2, a3, b3, c3, dan d3 = adalah bilangan-bilangan real.
    Keterangan :
    • a, e, I, a1, a2, a3 = adalah koefisien dari x.
    • b, f, j, b1, b2, b3 = adalah koefisien dari y.
    • c, g, k, c1, c2, c3 = adalah koefisien dari z.
    • d, h, i, d1, d2, d3 = adalah konstanta.
    • x, y, z = adalah variabel atau peubah.

    Ciri – Ciri

    Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) juga memiliki beberapa ciri – ciri tersendiri, yaitu sebagai berikut :
    • SPLTV, Menggunakan relasi tanda sama dengan (=)
    • SPLTV, Memiliki tiga variabel
    • SPLTV, Ketiga variabel tersebut memiliki derajat satu (berpangkat satu)

    Hal – Hal Yang Berhubungan Dengan SPLTV

    Terdapat empat komponen dan unsur yang selalu berkaitan dengan sistem persamaan linear tiga variabel (SPLTV), yaitu : suku, variabel, koefisien dan konstanta.
    1. Suku :
    Suku merupakan bagian dari suatu bentuk aljabar yang terdiri dari variabel, koefisien dan konstanta. Setiap suku akan dipisahkan dengan tanda baca penjumlahannya ataupun pengurangannya.
    Contoh :
    • 6x – y + 4z + 7 = 0, maka suku – suku dari persamaan tersebut yaitu = 6x , -y, 4z dan 7.
    2. Variabel :
    Variabel merupakan peubah atau pengganti suatu bilangan yang biasanya dapat dilambangkan dengan huruf seperti x, y dan z.
    Contoh :
    Doni memiliki 2 buah apel, 5 buah mangga dan 6 buah jeruk. Jika dituliskan dalam bentuk persamaan maka hasilnya adalah :
    • Misal : apel = x , mangga = y dan jeruk = z, sehingga persamannya yaitu = 2x + 5y + 6z.
    3. Koefisien :
    Koefisien merupakan suatu bilangan yang bisa menyatakan banyaknya suatu jumlah variabel yang sejenis. Koefisien dapat juga disebut dengan bilangan yang ada di depan variabel, karena penulisan sebuah persamaan koefisien berada di depan variabel.
    Contoh :
    Risti memiliki 2 buah apel, 5 buah mangga dan 6 buah jeruk. Jika ditulis dalam bentuk persamaan maka hasilnya adalah :
    • Misal : apel = x , mangga = y dan jeruk = z, sehingga persamannya yaitu = 2x + 5y + 6z. Dari persamaan tersebut, kita ketahui bahwa 2, 5 dan 6 merupakan koefisien di mana 2 adalah koefisien x , 5 adalah koefisien y dan 6 adalah koefisien z.
    4. Konstanta :
    Konstanta merupakan suatu bilangan yang tidak diikuti dengan variabel, sehingga nilainya tetap atau konstan untuk berapapun nilai variabel dan peubahnya.
    Contoh :
    • 2x + 5y + 6z + 7 = 0, dari persamaan tersebut konstanta yaitu = 7, karena 7 nilainya adalah tetap dan tidak terpengaruh dengan berapapun variabelnya.

    Kumpulan Contoh Soal SPLTV

    Contoh Soal 1 :
    Rara memiliki 4 buah apel, 8 buah mangga dan 12 buah jeruk. Jika dituliskan dalam bentuk persamaan maka hasilnya adalah :
    Penyelesaian :
    Apel = x , mangga = y dan jeruk = z, sehingga persamannya yaitu = 4x + 8y + 12z.
    Jadi, bentuk persamaan nya adalah = 4x + 8y + 12z.
    Contoh Soal 2 :
    Pandu  memiliki 5 buah mangga, 16 buah salak dan 20 buah lemon. Jika dituliskan dalam bentuk persamaan maka hasilnya adalah :
    Penyelesaian :
    Apel = x , mangga = y dan jeruk = z, sehingga persamannya yaitu = 5x + 16y + 20z.
    Jadi, bentuk persamaan nya adalah = 5x + 16y + 20z.

    spltv

  • MATERI: PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL

    Sebelum menginjak materi yang pertama kita jumpai dibangku SMP ini, wajib kita pahami standar kompetensi materi ini. Yakni memecahkan masalah yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel. Ok langsung saja sobat, berikut ulasannya.

    Kalimat Terbuka
    Apa itu kalimat terbuka, adalah sebuah kalimat yang belum bisa dikatakan apakah itu benar atau salah.

    Contoh :
    8 + y = 20

    Inilah yang dimaksud kalimat terbuka. Jika y kita ganti dengan angka 10, maka hasilnya salah. Sebaliknya, bila kita mengubahnya ke angka 12, maka hasilnya itu benar.

    Persamaan Linear Satu Variabel
    Apa itu persamaan linear satu variabel, adalah persamaan yang terdiri dari satu variabel dan pangkat terbesar dari variabel itu adalah satu ( 1).

    Contoh :
    ~ x + 7 = 13
    ~ 6 - 2x = 2

    Kedua kalimat atau contoh tersebut disebut dengan persamaanPersamaan adalah kalimat terbuka yang menyatakan hubungan samadengan (=).

    Penyelesaian :
    Tentukan persamaan dari 3y - 2 = 4

    Jawab :
                                      3y - 2 = 4
                                          3y = 4+2
                                          3y = 6
                                           y = 2

    Tentukan persamaan dari 3x + 5 = x + 15

    Jawab :
                                      3x + 5 = x + 15
                                      3x - x = -5 + 15
                                          2x = 10
                                           x = 10/2
                                           x = 2

    Pertidaksamaan Linear Satu Variabel
    Apa itu pertidaksamaan linear satu variabel, ialah pertidaksamaan yang memuat satu variabel dan pangkat yang paling besar adalah satu. Pertidaksamaan linear satu variabel biasanya menggunakan tanda <>, dan 

    Contoh :
    Tentukan penyelesaian dari pertidaksamaan 5z - 2 > 13

    Jawab :
                                       5z - 2 > 13
                                           5z > 13+2
                                           5z > 15
                                            z > 3

    PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL


  • BENTUK PANGKAT, AKAR DAN LOGARITMA



    Jika A adalah ‘sukses’, maka rumusnya adalah ‘A=X+Y+Z’, dimana X adalah ‘kerja’, Y adalah ‘bermain’, dan Z adalah jaga mulut anda agar tetap tertutup.”
    (Albert Einstein)

    Materi bentuk pangkat, bentuk akar dan logaritma adalah materi matematika yang menyambut siswa pertama kali saat menginjak bangku SMA. Materi ini sebagian besar sudah pernah dipelajari di bangku SMP. Di jenjang SMA tinggal diingat dan diperdalam lagi. Materi ini diletakkan pertama kali karena berkaitan dengan aturan-aturan matematika dasar tentang aritmatika dan aljabar agar nantinya siswa tidak kesulitan dalam melakukan perhitungan-perhitungan. Sewaktu belajar Kimia, Fisika, Matematika dan pelajaran yang lain, sering dijumpai perhitungan-perhitungan yang menyangkut pangkat rasional dan bentuk akar. Oleh karena itu materi ini menjadi suatu materi prasarat untuk mempelajari Kimia, Fisika, Matematika dan pelajaran yang lain.

    Setelah mempelajari “ Bentuk Pangkat, Bentuk Akar dan Logaritma “ diharapkan siswa dapat mengubah bentuk akar menjadi bentuk pangkat dan sebaliknya serta dapat melakukan Operasi Aljabar pada bentuk akar dan bentuk pangkat.


    Berikut ini saya postingkan modul Bentuk Pangkat, Bentuk Akar, dan Logaritma untuk siswa SMA Kelas X semester 1 yang memuat tentang berbagai teorema dan rumus Bentuk Pangkat, operasi bentuk akar dan pengenalan tentang pengertian logaritma. Modul ini disusun sedemikian rupa, mulai dari materi dan rumus-rumus singkat, latihan soal beserta pembahasan dengan metode biasa dan metode cepat, dan soal uji kompetensi untuk mengukur tingkat keberhasilan anda dalam belajar tentang Bentuk Pangkat, Bentuk Akar, dan Logaritma.




    PANGKAT
    Bilangan bulat positif


    Pangkat normal adalah pangkat dengan bilangan bulat positif, yaitu perkalian berulang sebanyak dengan pangkat tersebut.
    Contoh:
    42 = 4.4 = 16
    43 = 4.4.4 = 64
    44 = 4.4.4.4 = 256
    Pangkat nol dan negatif


    Pangkat tipe kedua adalah bilangan bulat kurang dari sama dengan nol.
    Sifat-sifat:
    a0 = 1



    NB: maaf, kesalahan menulis, seharusnya a-n bukan an.
    Pangkat dalam bentuk akar


    Pangkat juga bisa diubah kedalam bentuk akar seperti berikut:




    Sifat-sifat bilangan berpangkat






    AKAR
    Hubungan akar dengan pangkat


    Akar sebenarnya adalah bentuk lain dari pangkat pecahan, lihat persamaan berikut.



    Aljabar dalam bentuk akar


    Berikut ini adalah sifat sifat akar dalam operasi aljabar.



    Penyebut Irasional


    Maksudnya adalah penyebut yang berbentuk akar, bilangan tersebet disebut juga dengan bilangan yang tidak rasional, karena sulit untuk di pecahkan. Oleh karena itu penyebut harus diubah menjadi bilangan bulat atau bilangan yang rasional, dengan cara-cara berikut:




    LOGARITMA
    Hubungan akar, pangkat dan logaritma


    Jika akar adalah bentuk lain dari pangkat, maka logaritma adalah lawan dari pangkat. Jika dalam pangkat yang kita cari adalah hasil dari perkalian berulang tersebut maka logaritma adalah mencari berapa banyak perkalian yang terjadi alias mencari pangkat itu sendiri, perhatikan contoh berikut.

    Sifat-sifat logaritma


    Bentuk pangkat, akar, dab logaritma

  • - Copyright © Media Pembelajaran - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -